Tag

sakinahKab. Malang Jatim (Humas) Besarnya angka perceraian di Indonesia menjadi fenomena yang menyedihkan. Menurut statistik tahun 2012, sebanyak 210.000 pasangan bercerai dan penyumbang angka perceraian kedua terbesar adalah Kabupaten Malang. Fakta mencengangkan ini menjadi motivasi Kantor Kementerian Agama Kab. Malang bersama BP4 untuk mengadakan Seminar Pembinaan Keluarga Sakinah pada 10 April 2013 dengan narasumber DR. Hj. Hasnia Hasan, M.Si.

Dihadiri oleh karyawan/karyawati, PPAI, Penyuluh, tokoh masyarakat dan tokoh agama, siang hari yang cerah semakin terasa membakar semangat. Pemaparan narasumber yang begitu berwawasan , memukau perhatian dan seringkali membuat para peserta di aula Al Ikhlas tertawa tersindir, kadang saling beradu opini mengenai fakta penyebab gugat dan talak.

Menurut wanita yang masih aktif sebagai Widyaiswara Balai Diklat Kemenag Surabaya ini, beberapa hal bisa menjadi tanda-tanda ketidaksamawaan sebuah keluarga. Antara lain munculnya keengganan untuk pulang ke rumah padahal pekerjaan di luar sudah selesai serta pembicaraan yang selalu berbuntut pertengkaran.

Masih menurut wanita yang aktif sebagai Ketua Dewan Pembina Keluarga Sakinah Masjid Raya Al Akbar Surabaya ini, berdasarkan data statistik Pengadilan Agama, ada 3 faktor utama penyebab perceraian yakni ketidakharmonisan, tidak adanya tanggungjawab dan adanya pihak ketiga. Sangat bertolak belakang dengan asal mula terjadinya pernikahan yang dilakukan dengan sukarela tanpa paksaan, bahkan pasangan yang akan menikah dulu selalu terlihat begitu semangat dan berbahagia. Lalu apa yang terjadi? Kesemuanya mencerminkan keadaan keluarga ‘broken’ di Indonesia yang tidak menjadikan agama sebagai landasannya. Sehingga tidak ada acuan dalam menjalankan peranan setelah menikah, yang memunculkan ketidaktahanan mental dalam menjalani pernikahan. Sebagai program utama pembinaan keluarga sakinah melalui kursus calon pengantin, bimbingan pranikah dan bimbingan ketahanan mental seperti yang dilaksanakan melalui seminar kali ini, diharapkan mampu memotivasi tiap calon keluarga bahkan keluarga yang sudah lama untuk senantiasa berusaha mencapai samawa, tidak mudah menyerah dengan tujuan akhirnya nanti kebahagiaan dunia akhirat.

Ada 3 tips bagi pasangan yang ingin mencapai samawa menurut wanita yang pernah menjabat sebagai Kepala Balai Diklat Kemenag Surabaya ini, antara lain pandai bersyukur, bersabar hati, ikhlas menerima keadaan.(NiSWaLur)