Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang Laksanakan Pembinaan Madrasah Adiwiyata

Kab. Malang (Inmas) secara maraton Seksi Pendma Kantor Kementerian Agama Kab. Malang bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang melaksanakan Pembinaan Madrasah Adiwiyata Kab. Malang yang akan menuju Madrasah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2017, kegiatan  yang digelar kemarin (21/3) pada pagi hari di laksanakan di MIN Druju Kab. Malang dan Sore Hari bertempat di MTsN Malang III Gondanglegi.

Menurut Andik Tahyudin selaku perwakilan dari Kantor Kemenag Kab. Malang, mengatakan bahwa apa yang kita laksanakan sekarang ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Madrasah menuju Adiwiyata Provinsi, ini merupakan salah satu hal yang menjadi pokok utama bagi ke dua Madrasah di Kab. Malang tersebut  menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif. Karena tujuan umum dari Adiwiyata adalah untuk membentuk madrasah yang peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun generasi  yang akan datang dengan prinsif dasar partisipatif dan berkelanjutan.

Sementara Narasumber Pembinaan Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup Kab. Malang  Budi Susilo menjelaskan Adiwiyata mengacu kepada Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, mendefinisikan pembangunan berkelanjutan sebagai upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, serta mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. Ini juga bisa kila lakukan pada Madrasah guna menciptakan dan  membudayakan Madrasah peduli dan ramah lingkungan Madrasah sebagai wahana belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan,” katanya.(Kang Didin).

Imron Buka Workshop Peningkatan Kompetensi Berkelanjutan Bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah Kec. Poncokusumo

Kab. Malang (Inmas) hari ini senin (20/3) Bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Sunan Muria Poncokusumo Kab. Malang, Kepala Kankemenag Kab. Malang, Imron membuka Workshop Peningkatan Kompetensi  berkelanjutan Bagi 150 Guru Madrasah Ibtidaiyah Kec. Poncokusumo.

Mengawali sambutannya Kepala Kankemenag Kab. Malang Imron mengingatkan pada semua yang hadir untuk terus meningkatkan prestasi budaya kerja madrasah, kemudian Imron menyampaikan bahwa dalam melaksanakan Workshop itu harus lebih professional, bukan hanya sekedar mendapatkan sertifikat, tapi harus ditekankan pada apa yang menjadi kebutuhan guru dalam mendidik siwa, apalagi bagi guru penerima TPP dan Inpasing, Imron juga mengatakan banyaknya permasyalahan yang dihadapi guru saat ini, sampai Kemenag harus berdialog dengan DPR untuk menyikapi dan mengurai setiap permasalahan yang ada.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, sebagai narasumber yang pertama  adalah Widayanto dari WI Balai Diklat Keagamaan Surabaya, beliau Widayanto di hari pertama mengulas tentang  bahan ajar, konsep, jenis dan bentuk  penilaian K13 dan praktek membuat laporan penilaian yang akan disampaikan pada peserta didik dan di hari yang kedua sebagai pemateri adalah Eko Sudarmono dari pengawas Pendidikan Madrasah, dia menyampaikan tentang penyusunan dan cara membuat perangkat pembelajaran. (Kang Didin)

Workshop Peningkatan Kopetensi Guru Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Gondanglegi

Kab. Malang (KkmMI.Gdl) Bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Wahid Hasyim, KKM Madrasah Ibtidaiyah Kec. Gondanglegi melaksanakan Workshop Peningkatan Kopetensi Guru Madrasah Ibtidaiyah, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari,  Ode Saeni Al Idrus selaku kasi Pendma, beliau sendiri yang  membuka acara tersebut dan di ikuti 172 peserta, beliau kasi pendma mengatakan agar guru terus meningkatkan kompetensinya guna memenuhi kewajibanya agar sesuai dengan aturan yang berlaku, serta guru itu harus bisa menjalankan administrasi yang sesuai dengan perkembangan jaman sehingga guru itu bisa bertanggung jawab atas data  diri sendiri tanpa harus melibatkan operator madrasah yang sudah banyak tugasnya.

Wrokshop Peningkatan Kopetensi Guru Madrasah Ibtidaiyah di pandu oleh Pathurohman selaku pengawas Pendidikan Madrassah Kemenag Kab. Malang berakhir pada hari ini (20/3) di fokuskan pada penyusunan perangkat pembelajaran , Pemetaan KD, praktek menyusun prota/promes dan praktek menyusun RPP, di tempat terpisah Pathurohman mengatakan dalam menyusun Perangkat Pembelajaran itu harus memperhatikan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang tepat serta terus dievaluasi yang berkesimbungan agar apa yang telah disusun dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan . (Kang Didin)

Latihan Gabungan Gugus Dapan Pramuka Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Turen Perkokoh Dan Tingkatkan Jiwa Nasionalisme

Kab. Malang  (SAKO MI ) Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan bagi generasi muda yang selalu mengikuti perkembangan jaman dan terus menumbuhkan  serta  meningkatkan jiwa Nasionalisme, maka Satuan Komunitas (SAKO) Pramuka Madrasah Kecamatan Turen  Melaksankan  Kegiatan Latihan Gabungan yang dilaksanakan di MI Al Ihsan Jeru Turen pada (18/3).

Kegiatan yang di ikuti oleh 418 peserta terdiri dari  19 regu putra dan 19 regu  putri serta dan Pembina pendamping di buka oleh ketua KKM MI Kec. Turen Kak Solikin,  Salam Pramuka itulah sapaan memulai amanatnya, kak Solikin menyampaikan bahwa Latgab ini sebagai wahana  mengapresiasikan keterampilan pramuka selama adik-adik berlatih di gugus depan masing-masing, saling berbagi ilmu dan pengalaman untuk itu adik-adik harus semangat untuk berlatih bersama-sama, karena tidak ada pramuka yang terlatih yang adalah pramuka yang giat berlatih ibuh kak Solikin, Latgab  kali ini focus dikegiatan tekspram, LBB dan yel yel.

Masih tempat yang sama saat adik-adik  berlatih, para Pembina melaksankan Sarasehan yang dipandu oleh kak Bing Tukirin selaku andalan Kwaran Turen, dalam materi yang disampaikan kak Bing, beliau menekankan  kepada Pembina untuk terus menambah wawasan dan pengetahuan kepramukaan  agar dapat menjalankan tugas sebagai Pembina, karena pramuka sebagai alat yang ampuh untuk mendidik anak bangsa dan menumbuhkan Nasionalisme, karena kitalah yang harus menanamkan patriotisme anak didik kita,  terlebih saat pramuka sebagai  ekstra wajib di semua lembaga pendidikan, sebagai Pembina jangan cepat puas dengan prestasai yang di raih anak asuhnya karena masih banyak yang harus kita lakukan , jangan cepat merasa tua karena pramuka itu  tak pernah menjadi tua, satu pramuka untuk satu Indonesia (Kang Didin)