Band Competition HAB Kementerian Agama ke 73

Kab. Malang (Inmas) Kemeriahan di halaman MAN 1 Malang pada kamis  (13/12) Siang,  tentu saja kemeriahan ini tak seperti hari-hari biasanya, kemeriahan yang sudah terlihat sejak pagi hari sampai sore di ajang lomba band pelajar tingkat MTs dan MA se Kab. Malang  bertajuk Band Competition dalam rangka HAB Kementerian Agama ke 73.

Ada 18 grup band terdiri dari sembilan grup perwakilan MTs dan sembilan grup perwakilan dari MA, Mereka berlomba meperebutkan penghargaan Juara 1,2,3 dan harapan tingakat MTs dan MA serta penghargaan perorangan untuk katagori The Best Guitarist, The Best Drummer, The Best Kyboardist, The Best Vocalist dan  The Best Bassist.

Musta’in selaku Kepala Kantor Kemnterian Agama Kab. Malang saat membuka acara mengatakan bahwa’ Ajang lomba Band Competition HAB Kementerian Agama ke 73 ini adalah salah satu cara Kantor Kemenag Kab. Malang untuk mewadahi anak didik madrasah dalam meningkatkan prestasi madrasah terutama dalam binang seni’.

Para peserta wajib menyanyikan satu buah lagu pilihan yakni Pintu Surga – Gigi, Sajadah Panjang – Noah dan Kembali Untukmu – Kotak serta menyanyikan satu lagu dari sepuluh lagu pilihan yang sudah di siapkan oleh panitia.

Setelah hampir seharian selih bergati 18 grup menampilkan kebolehanya, akhinya tepat pada pukul 15.00 WIB, pengumuman pemenang dibacakan oleh panitia, adapun penghagaan tingkat MTs diraih oleh : Juara 1 MTsN 4 Malang, Juara 2 MTsN 3 Malang, Juara 3 MTsN 1 Malang dan Harapan 1 MTsN 5 Malang sedangkan untuk tingkat MA diraih oleh : Juara 1 MAN 1 Malang, Juara 2 MAN 2 Malang, Juara 3 MAN 1 Malang dan Harapan 1 MAN 1 Malang. (Kang Didin)

Iklan

MAN 1 Malang Juara 1 dan 3 Nasional pada even ASTRA

Kab. Malang (MAN 1 Malang) Barang bekas bukanlah sebuah sampah jika sudah berada ditangan tim kreatif MAN 1 Malang, Upaya  mereka dalam mendaur ulang barang bekas menjadi sebuah gaun nan menawan sudah tidak diragukan lagi, Tim yang beranggotakan 6 orang siswa dan satu guru pembina ini, mampu membuktikan gaun dari bahan daur ulang karya mereka ini meraih JUARA 1 dan JUARA 3 TINGKAT NASIONAL pada even ASTRA yang diselenggarakan oleh Universitas Kanjuruhan Malang dalam memperingati Dies Natalis PGSD Ke-9 dengan tema “Kesenian dan Intelektual Berbasis Kearifan Lokal”(5-6/12).

“Tidak semudah membalikkan tangan dalam proses pembuatan. Berkat motivasi, kerja keras dan keuletan akan terwujud sebuah maha karya yang berkualitas untuk menjadi designer handal yang inovatif dalam berkarya untuk negeri” Ujar ibu Dwi Sesanti Wilujeng selaku Pembina.

Gaun yang berhasil menjadi Juara 1 Nasional ini merupakan karya Putri Ghoida’, Nur Thalita dan Adimas, diciptakan dengan balutan murni akan pesona pantai selatan sebagai kearifan local Kabupaten Malang yang mereka sebut dengan “The Guardian of The Ocean”. Gaun ini di ciptakan bukan tanpa pesan moral melainkan di balik maha karya ini terbesit pesan. Sayap dengan motif batik belah ketupat menyampaikan kepada kita untuk selalu menjaga warisan budaya Indonesia, mahkota berkilau yang di adopsi dari flora dan fauna samudra Indonesia mengajarkan perhatian akan kekayaan alam yang kini mulai miris perlu dijunjung tinggi, baju yang dianyam dengan ulet menyampaikan pesan menjaga keharmonisan Indonesia dengan semangat pancasila yang tertuang dalam aksen Bungan berkelopak lima yang tertempel pada dada.

Sementara itu, Gaun yang menjadi juara 3 yang merupakan karya dari Findah, Mahrus dan Fani pun tak luput dari pesan moral. “Sahyang Sri” nama gaun ini terinspirasi daerah yang asri dengan penduduk mayoritas petani menginspirasikan untuk mengenalkan berlimpah ruahnya akan hasil tanam masyarakat Indonesia. ASr

 

35 Penyuluh Agama Non-PNS Ikuti Diklat Teknis Substantif

Kab. Malang (Inmas) Senin (26/11) bertempat di Aula Haji, sebanyak 35 Penyuluh Agama Islam Non-PNS mengikuti Diklat Teknis Substantif Kompetensi Penyuluh Agama Non-PNS di wilayah kerja Kantor Kemenag Kab. Malang  yang di selenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Surabaya bekerja sama dengan Kantor Kemenag Kab. Malang secara resmi dibuka Kepala Kantor Kemenag Kab. Malang H. Musta’in

Dalam sambutan pengarahanya Kepala Kantor Kemenag Kab. Malang H. Musta’in mengajak Penyuluh Agama Non-PNS untuk selalu besyukur atas semua anugrah yang kita terima sebagi Penyuluh Agama Non-PNS, karena keberadaan Penyuluh Agama Non-PNS itu merupakan bagian dari Pemerintah, untuk itu mari kita niatkan mengikuti Diklat Teknis Substantif Kompetensi Penyuluh Agama Non-PNS.

Lebih lanjut H. Musta’in mengingatkan dalam mengikuti Diklat harus totalitas, sadari akan kekurangan kita, jadikan setiap kekurangan itu untuk meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat, sehingga kita mampun melayani dengan sepenuh hati khususnya dalam bidang keagamaan maupun pengetahuan lain.(Kang Didin)

Kesadaran Berbuah Presatasi

Kab. Malang (MTsN 1 Malang) Puncak peringatan Hari Guru Nasional  (HGN) diperngati oleh Kementerian Agama Republik Indonesian tadi Malam (25/11)  di Surabaya, Berbagai penghargaan dianugerahkan kepada uru yang telah mendedikasikan dirinya untuk kemajuan Bangsa dalam bidang pendidikan, juga mereka yang terbaik menjadi pelopor di masing-masing daerah dari seluruh pelosok Indonesia.

Dani Bagus Setiawan salah satu peserta  yang menjadi peringkat 3 terbaik dalam ajang lomba vodio Kreasi Tingkat Nasioanal dalam rangka HGN Tahun 2018, video yang berjudul Buah Kesadaran, dengan durasi kurang lebih 4 menit, vidio ini terinpirasi dari pengalaman beliau “ Inspirasi  dari keadaan sehari-hari yang saya saksikan dimana-mana, dan sebenarnya juga untuk kritik terhadap diri sendiri yang merasa banyak kekurangan ketika memposissikan diri  sebagai seorang guru “ tutur Dani.

Pak Dani ( sapaan akrab beliau) merupakan guru Bahasa Indonesia di MTsN 1 Malang, sosok Guru Muda yang penuh semangat dan pekerja keras dan tak berhenti dalam berkarya, dalam vidionya beliau menyisipkan pesan ” Jadi seorang guru jangan malas untuk menggali, jangan malu untuk minta maaf, jangan ragu berubah jika untuk anak didik kita, ingat bahwa kita itu mendidik bukan hanya  sekedar mengajar.

Pesan tersebut tentunya menjadi motivasi  bagi  guru untuk terus berubah mengikuti perkembangan zaman, tetapi tidak merubah asumsi bahwa seorang  guru mempunyai peranan penting dalam kesuksesan anak didiknya, menjadi pribadi yang di gugu dan ditiru layaknya akronim dari kata guru itu sendiri, Jangan anggap guru hanya sekedar profesi, guru adalah tentang perjuangan tanpa henti, Selamat Hari Guru tahun 2018 . (DC)