Penyuluh Agama Non-PNS Ikuti Diklat Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi

Kab. Malang (Inmas) Hari ini (24/7) bertempat di Aula Haji, sebanyak 35 Penyuluh Agama Islam Non-PNS mengikuti Diklat Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Non-PNS dilingkungan Kantor Kemenag Kab. Malang  yang di selenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Surabaya bekerja sama dengan Kantor Kemenag Kab. Malang secara resmi dibuka Kepala Kantor Kemenag Kab. Malang H. Imron.

Dalam pengarahanya Kepala Kantor Kemenag Kab. Malang H. Imron  mengatakan bahwa Penyuluh Agama Non-PNS adalah bagian dari pemerintah, karena keberadaan Penyuluh Agama Non-PNS itu juga di sahkan oleh Pemerintah, untuk itu penyuluh mempunyai kewajiban untuk setia dan taat pada Pancasila, UUD1945  dan menjaga keutuhan NKRI.

Lebih lanjut H. Imron mengingatkan agar penyuluh untuk memberi tauladan pada masyarakat, melayani dengan sepenuh hati dalam bidang keagamaan serta meningkatkan pengetahuan dan yang lebih utama harus membnatu untuk menjaga kerukunan antar umat beragama dan inter Agama terutama dala hal perbedaan faham dan amaliyah.(Kang Didin)

1786 Calon Jamaah Haji Kab. Malang Praktek Manasik Haji Di Islamic Center

Kab. Malang (Inmas) Untuk menjadikan Calon jamaah haji Kab. Malang yang dapat menerapkan materi yang telah diterima maka seksi PHU Kantor Kemenag Kab. Malang melaksanakan manasik haji bertempat di Islamic Center Kab. Malang. Jl. Tronojoyo Kepanjen (22/7).

Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Malang H. Imron yang di ikuti oleh 1786 Calon jamah Haji Kab. Malang dimulai pada pukul 8.00 WIB, Dalam sambutanya Kepala Kantor Kemenag Kab. Malang H. Imron menyapaikan bahwa praktek manasik haji ini dilaksanakan bertujuan untuk memberi gambaran pada peserta tentang rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan saat ibadah di tanah suci.

Pada kesempatan yang sama H. Imron mengingatkan agar semua jamaah untuk dapat menyiapakan diri sebaik mungkin termasuk bekal yang di bawah saat beribadah, jangan sampai ada yang tertinggal atau melebihi dari ketentuan yang telah ditetapkan, kemudian H. imron menghimbau agar semua jamaah jangan sampai terlambat saat pemberangkatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 9, 10 dan 11 Agustus 2017.(Kang Didin)

Disiplin, Ambil Resiko dan terus Inovasi

Kab. Malang (Inmas) Hari ini senin (17/7) bertempat di halaman Kantor Kemenag, Kepala Seksi PD. Pontren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang H. Irfan Hakim mengajak pada 350 Pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang yang terdiri dari Penyuluh, PPAI, Kepala KUA, Guru DPK pada SD/MI, SLTP/MTs/SMU/MA yang mengikuti Apel Korpri untuk terus berinovasi guna meningkatkan kinerja sebagai pelayan masyarakat.

Ini disampaikan Kepala Seksi PD. Pontren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang H. Irfan Hakim, saat bertindak sebagai Pembina Apel Korpri, lebih lanjut H. Irfan Hakim mengajak  pada peserta Apel untuk bersyukur  atas kesempatan yang diberikan kita menjadi ASN Kementerian Agama yang identik dengan nilai-nilai budhi pekerti yang luhur, maka dari itu kita harus meningkatkan kedisplinan dan terus berinovasi, jangan hanya diam di zona aman karena itu tidak akan mampu meningkankan prestasi yang lebih baik, maka dari itu semua ASN Kemenag harus berani ambil resiko dan berinovasi guna meningkatkan kopetensi dan kapasitas pribadi, berani mebuat terosan baru yang dapat meningkatkan kinerja kita dalam melayani umat dengan memanfaatkan semua potensi dan teknologi secara aktif, efesien demi kemajuan Kementerian Agama. (Kang Didin)

Gambar

Akhidah, Intelektual Dan Akhlaq Mampu Menjawab Tantangan Jaman

Kab. Malang (Inmas) Kamis (13/7) Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Malang H. Imron mengajak  pada peserta penguatan wawasan islam rahmatan lil alamin dan multikultural siswa SMU dan SMK Kab. Malang, untuk memperkuat akhidah, meningkatkan intelektual dan kematangan Ahklaq agar mampu menjawab tantangan jaman.

Hal ini di sampaikan H. Imron saat membuka acara penguatan wawasan islam rahmatan lil alamin dan multikultural siswa SMU dan SMK, bertempat di aula besar Kantor Kemenag Kab. Malang, yang dihadiri 60 orang peserta, H. Imron menegaskan bahwa di era globalisasi saat ini dengan segala informasi yang begitu cepat serta persaingan hidup yang semakin berat, maka adik-adik harus mampu menghadapinya baik itu yang bersifat internal maupun ekternal.

Diusia adik-adik saat ini yang masih untuk mencari jati diri sangatlah rawan terhadap perbedaan Agama, Suku, Ras atau Golongan, apalagi dengan perbedaan faham maupun perbedaan amaliyah yang begitu mudahnya menghujat orang lain, untuk itu dengan memperkuat akhidah, meningkatkan intelektual dan kematangan Ahklaq maka adik-adik akan mampu menjadi pelaku yang menjadikan islam rahmatan lil alamin dan menselaraskan kehidupan berbangsa dan bernegara yang multikultural ini, Imbuh H. Imron.(Kang didin)