SUMBANG EMAS DAN PERAK UNTUK JATIM SISWA MTSN 1 MALANG DISAMBUT AL-BANJARI DAN KALUNGAN BUNGA

Kab. Malang (MTsN 1 Malang) Kontingen AKSIOMA tingkat Nasional  yang berasal dari Jawa Timur telah kembali ke Madrasah. Pada ajang lomba yang di laksanakan di Provinsi DI Yogyakarta ini kontingen dari MTsN 1 Malang berhasil menyumbangkan 1 emas cabang Tenis Meja atas nama Anggi Wahyu, 1 Perak cabang Bulu Tangkis  atas nama Madania Al-Ulfa (Keduanya dari MTsN 1 Malang)  dan 1 Perak cabang Pidato Bahasa Arab atas nama Maulana Rizki (siswa Madrasah Tsanawiyah Miftahul Ulum, Dampit).

AKSIOMA-KSM 2017 ini dilaksanakan pada  7 sampai 11 Agustus 2017 di DI Yogyakarta. Ajang yang diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia ini, menempatkan Jawa Timur sebagai juara umum Kompetensi Sains Madrasah (KSM), dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Juara Umum Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA).

Dalam acara penyambutannya, dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Malang, acara dikemas secara meriah. Dalam pelaksanaannya, ketiga siswa tersebut didampingi oleh Nasrulloh,-kepala MTsN 1 Malang, disambut dengan tabuhan terbang al-Banjari dan pengalungan Bunga oleh Kepala Kantor wilayah Kab. Malang. Prosesi penyambutan para kontingen disambut secara meriah oleh seluruh civitas MTsN 1 Malang.

Dalam sambutannya, Imron, Kepala Kemenag Kab. Malang berpesan kepada seluruh peserta didik MTsN 1 Malang untuk terus berpacu dalam meraih prestasi, sebab dalam meraih kesuksesan, sebagai orang yang beragama perlu menekankan usaha dan do’a. Beliau juga menambahkan, sangat penting juga bagi seorang pelajar dalam menuntut ilmu perlu berdo’a kepada Allah supaya diberi ilmu yang bermanfaat. (AK/Foto by Masduqi)

Bupati Minta Calon Jamaah Haji Jaga Kesehatan

Kab. Malang (Inmas)  Suasana haru mengiringi 900 calon jamaah haji Kabupaten Malang 2017 yang terdiri dari 890 calon haji dan 10 petugas kloter  yang terbagi menjadi dua  Kelompok Terbang (Kloter) yakni Kloter 41 dan 42 secara resmi dilepas keberangkatannya ke Embarkasi Surabaya oleh Bupati Malang H. Rendra Kresna pada (09/08) di halaman Stadion Kanjuruhan Kepanjen.

Bupati Malang H. Rendra Kresna berpesan kepada para jamaah calon haji yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi agar selalu menjaga kesehatan, karena sehat adalah modal untuk bisa menjalankan ibadah haji dengan baik, sebab, lanjutnya, ibadah haji merupakan ibadah yang amat sangat mengandalkan stamina prima, sehingga kesehatan menjadi faktor yang utama.

Selain itu jamaah harus selalu ingat bahwa puncak ibadah haji adalah wukuf di Arafah, karena bapak dan ibu sekalian adalah kloter awal Kab. Malang yang akan tiba lebih dahulu di Madinah dan akan menuju Mekkah sebelum wukuf “Maka mohon dijaga betul kesehatannya, jangan terlau diforsir untuk beribadah, mohon diimbangi dengan kondisi kesehatan kita.

Lebih lanjut Rendra juga mengingatkan agar para jamaah haji selama berada di Tanah Suci, jika berpergian hendaknya untuk selalu berombongan , bersama teman-teman, dan jangan pernah pergi seorang diri untuk keselamatan bersama, usahakan mengajak teman satu regu, satu rombongan, dan selalu lapor kepada ketua regu atau ketua rombongan ketika ingin beribadah sendirian agar tidak terjadi hal yang tidak dikehendaki. (Kang Didin)

Kakanwil Kemanag Jatim “ASN Harus Profesional”

Kab. Malang (Inmas) Senin (31/7) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur  H. Syamsul Bahri mengajak  pada ASN Kantor Kemenag Kab. Malang untuk melaksanakan tugas sebagai ASN Kementerian Agama secara Profesional dengan merubah pesrepsi dan terus berusaha memperbaiki diri mulai dari Penataan tata laksana, Penataan menegemen  SDM, Penguatan Pengawasan, Penguatan pekerjaan dan terus berinovasi guna peningkatan dalam pelayanan public.

Bertempat di aula besar Kantor Kemenag Kab. Malang, H. Syamsul Bahri memberikan pengarahan pada 200 ASN Kantor Kemenag Kab. Malang, diantaranya Kankemenag, Kasubag TU, Kasi, Penyelenggara, pegawai  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Kepala Madrasah Negeri, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan, Penyuluh dan Pengawas Pendidikan. H. Syamsul Bahri mengatakan bahwa kita bekerja itu diniati untuk beribadah hanya pada Allah biar hati kita tenang, jangan memikirkan kekuasaan atau jabatan, karena jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Kemudian H. Syamsul Bahri menegaskan agar ASN Kantor Kemenag Kab. Malang untuk terus bekerja secara Profesional dengan penuh tanggung jawab, hal inilah yang harus kita tujukan sebagai komitmen setiap ASN, untuk itu semua harus merubah pesrepsi dan terus berusaha memperbaiki diri mulai dari Penataan tata laksana, Penataan menegemen  SDM, Penguatan Pengawasan, Penguatan pekerjaan dan terus berinovasi guna peningkatan dalam pelayanan public, Imbuh H. Syamsul Bahri. (Kang didin)

Bimtek Penyusunan Pelaporan Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah Dan Guru Swasta (BPPDGS) Tahun 2017

Kab. Malang (PD. Pontren) bertempat di aula serba guna Kantor Kemenag Kab.Malang (27/7) PD. Pontren melaksanakan bimbingan teknis penyusunan pelaporan bantuan penyelenggaraan pendidikan diniyah dan guru swasta (BPPDGS) Tahun 2017 yang dihadiri 200 penyelenggara pendidikan Diniyah Ula/Wustho, Paket A/B dan Paket A/B Pondok Pesantren, Ustadz/Guru Diniyah Ula/Wustho.

Dalam sambutanya Kasi PD.Pontren Irfan Hakim, menyampaikan bahwa bantuan penyelenggaraan pendidikan diniyah dan guru swasta (BPPDGS) berasal dari Pemerintah Daerah  yang diperoleh sesuai dengan  perundangan yang berlaku, sehingga sebagai penerima berkewajiban pula membuat laporan yang sesuai dengan aturan dan stadar yang ada karena itu adalah bentuk komitmen kita sebagai penerima bantuan.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Malang, H. Imron saat membuka acara mengajak pada peserta yang hadir  untuk saling bahu membahu dalam menjaga ketentraman dan kerukunan antar umat beragama dan umat seagama , menghargai setiap perbedaan sebagai anugrah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk itu mari kita membentengi anak didik kita dari faham faham yang menyesatkan dan kelompok kelompok yang ingin menghancurkan keutuhan NKRI’ imbuh H. Imron,  Kemudian H. Imron menegaskan  jangan dilihat besar kecilnya bantuan yang diberikan pemerintah, tapi kita harus  bersyukur atas perhatian yang  telah kita terima dan mengunakan bantuan dengan  tepat sasaran, tepat guna dan tepat jumlah agar kita bisa mempertangungjawabkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian bimbingan teknis penyusunan pelaporan bantuan penyelenggaraan pendidikan diniyah dan guru swasta (BPPDGS) Tahun 2017  yang di pandu oleh Kasubag. Perencanaan , evaluasi dan pelaporan Dinas Pendidikan Kab. Malang, Cecep Lili. (Kang Didin)